Sedikitnya seorang perempuan dilaporkan tewas dan enam orang lainnya
luka-luka dalam insiden yang terjadi di distrik Shigal, provinsi Kunar.
Nato mengkonfirmasi bahwa "senjata
api" digunakan di Shigal setelah seorang diplomat AS tewas dalam
serangan militan, tetapi tidak ada laporan mengenai korban jiwa.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengecam pembunuhan itu.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor
kepresidenan mengatakan ia telah mengeluarkan instruksi melarang
serangan udara di wilayah sipil.
Warga desa dan sejumlah pejabat mengatakan pada BBC bahwa para korban berada di rumah mereka ketika terbunuh.
Foto-foto yang dikirim dari lokasi pada kantor-kantor berita internasional menunjukkan mayat anak-anak dikelilingi warga desa.
Seorang pejabat setempat mengatakan delapan
pemberontak Taliban juga tewas dalam serangan udara yang terjadi hari
Sabtu tersebut.
Ia mengatakan serangan itu dilakukan untuk
mendukung operasi pasukan Afghanistan dan AS dengan sasaran
komandan-komandan senior Taliban dan sebuah gudang senjata.
Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Bantuan
Keamanan Internasional (Isaf) pimpinan Nato mengatakan, "Kami mengetahui
adanya insiden di provinsi Kunar kemarin yang melibatkan pemberontak
dan pasukan Afghan serta koalisi.
"Tidak ada personil Isaf yang terlibat, tetapi
Isaf memberikan dukungan senjata dari udara, menewaskan beberapa orang
milisi. Kami juga mengetahui laporan bahwa ada warga sipil yang terluka
tetapi tidak ada laporan mengenai korban tewas. Isaf memperlakukan semua
laporan kematian warga sipil dengan serius dan kami sedang meninjau
insiden ini."







